INDONESIAN TOURISM EVENTS
July 2014
S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2
No events
  • bali 1.jpg
  • belitung1.jpg
  • belitung2.jpg
  • bromo1.jpg
  • derawan2.jpg
  • derawan3.jpg
  • derawan ubur2.jpg
  • granada spain.jpg
  • masjid raya aceh.jpg
  • orangutan.jpg
  • roma.jpg
  • slide web 1.jpg
  • web slide.jpg
Cerita Perjalanan-Lekuk Elok Sungai Lamandau PDF Cetak E-mail
Sabtu, 22 Januari 2011 17:09

Awas kepala! awas batang di kiri! itulah teriakan saya kepada teman seperjalanan saya saat menyusuri Sungai Lamandau Selasa, 12 Oktober 2010. Perjalanan menuju Tapin Bini dari Pangkalan Bun akan memakan waktu selama 5 jam menggunakan speedboat yang sudah kami sewa dari Pak Yusuf, yang saat ini sedang mengendalikan setirnya.

Menyusuri sungai Lamandau saja, sudah membuat saya tak sekalipun berkedip memandang keindahan tak terbatas di hadapan saya. Bayangkan saja, sepanjang sisi sungai, dipenuhi ribuan tanaman berwarna hijau yang sudah tersusun menjadi hutan. Tentunya, gabungan hutan, dan sungai besar yang bersih seperti ini tak pernah saya temui di Jakarta. Bau hutan yang menggelitik hidung saya, campuran antara bau kayu, daun, serta tanah, terpaan angin di wajah saya, membuat saya benar-benar bersemangat.

Ternyata, tak hanya sampai disitu semangat saya. Pak yusuf, pria berusia 55 tahun yang memiliki, sekaligus yang membawa speedboat yang kami tumpangi ini, tampaknya bercita-cita menjadi seorang pembalap. Bagaimana tidak, tampaknya hidupnya diisi dengan tantangan-tantangan. Bukannya membawa kami menyusuri Sungai Lamandau dengan jalur biasa, Pak Yusuf membuat kami, merasakan masuk ke dalam sungai-sungai kecil, dengan pohon-pohon besar di kiri-kanan kami, bahkan sampai berada ditengah-tengah sungai.

Tak jarang kami harus menunduk, menggeser kepala kekiri dan ke kanan, saat Pak Yusuf memacu speedboatnya dengan kecepatan yang tidak menurun di bagian sungai-sungai kecil. Tak jarang juga, kami harus merasakan lompatan akibat riam-riam, yang membuat pinggang serasa mau patah.

Deg-degan, pasti! namun, adrenalin saya terpacu dengan kenekatan Pak Yusuf ini. Nampaknya, ini memang menjadi bagian dari suguhan yang dilakukan oleh para pengemudi speedboat saat membawa para wisatawan menyusuri lekuk-lekuk Sungai Lamandau. Tak jarang juga saya melihat Pak Yusuf mengemudi speedboatnya hanya dengan sebelah kaki, saat bagian tubuhnya yang lain, melompat ke bagian depan speedboat.

Saya pikir, itu juga merupakan salah satu aksinya pamer kehebatan. tapi ternyata saya salah! karena bagian yang itu memang harus dia lakukan kadang-kadang untuk menumpukan berat badannya ke bagian kapal yang tidak seimbang.

Ah, benar-benar menjadi hari yang tak terlupakan bagi saya. 5 jam penuh dengan suguhan keindahan di depan mata, serta pengalaman yang tidak akan mungkin hanya hilang dalam waktu 5 jam saja

Add comment


Security code
Refresh